humm.. akhir-akhir ini gw sering berfikir, kenapa gw tidak suka dipanggil perempuan feminim?
padahal cara berpakaian gw memang sangat perempuan. gw tidak segan2 untuk memakai rok jika diperlukan dan mood memadai.
tapi gw tetep tidak suka dipanggil feminim.
feminim menurut banyak orang (bukan setiap orang) adalah perilaku yang menunjukkan cewe yang lemah, manja, dsb.
kenapa harus seperti itu..
masih banyak persepsi yang menunjukkan bahwa cewe yang menyukai warna pink dan suka dengan boneka adalah cewe yang "ga bisa apa2".
maksud gw ga bisa apa2 disini adalah cewe yang selalu perlu dibantu. sepertinya ga bisa melakukan sesuatu sendiri.
terus terang karena itulah gw jadi menghindari warna2 pink dan boneka sebagai mainan gw.
walaupun gw suka memakai dress, high heels dan girl's thing lainnya, tapi gw tetep mau diminta mengangkat2 barang2 berat, membantu ganti ban mobil, atau sesuatu yang biasanya dilakukan oleh para lelaki.
mungkin banyak orang yang mempunyai persepsi seperti itu karena melihat "bentuk-bentuk" perempuan feminim di sinetron dan di film-film.
di sinetron, perempuan feminim identik dengan perempuan yang lemah yang selalu dilindungi oleh temannya yang tomboi ataupun pacarnya.
perempuan yang menyukai warna pink, dianggap perempuan yang manja dan tidak dapat melakukan apapun selain bersolek.
tolonglah, tidak semua perempuan seperti itu.. janganlah menyamakan semua perempuan didasarkan bagaimana mereka berpakaian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar