Kamis, 26 Maret 2009

Perspektif tentang seorang perempuan dari seorang perempuan

humm.. akhir-akhir ini gw sering berfikir, kenapa gw tidak suka dipanggil perempuan feminim?

padahal cara berpakaian gw memang sangat perempuan. gw tidak segan2 untuk memakai rok jika diperlukan dan mood memadai.

tapi gw tetep tidak suka dipanggil feminim.

feminim menurut banyak orang (bukan setiap orang) adalah perilaku yang menunjukkan cewe yang lemah, manja, dsb.

kenapa harus seperti itu..

masih banyak persepsi yang menunjukkan bahwa cewe yang menyukai warna pink dan suka dengan boneka adalah cewe yang "ga bisa apa2".

maksud gw ga bisa apa2 disini adalah cewe yang selalu perlu dibantu. sepertinya ga bisa melakukan sesuatu sendiri.

terus terang karena itulah gw jadi menghindari warna2 pink dan boneka sebagai mainan gw.

walaupun gw suka memakai dress, high heels dan girl's thing lainnya, tapi gw tetep mau diminta mengangkat2 barang2 berat, membantu ganti ban mobil, atau sesuatu yang biasanya dilakukan oleh para lelaki.

mungkin banyak orang yang mempunyai persepsi seperti itu karena melihat "bentuk-bentuk" perempuan feminim di sinetron dan di film-film.

di sinetron, perempuan feminim identik dengan perempuan yang lemah yang selalu dilindungi oleh temannya yang tomboi ataupun pacarnya.

perempuan yang menyukai warna pink, dianggap perempuan yang manja dan tidak dapat melakukan apapun selain bersolek.

tolonglah, tidak semua perempuan seperti itu.. janganlah menyamakan semua perempuan didasarkan bagaimana mereka berpakaian.

Selasa, 03 Maret 2009

Balas dendam


Kompas, Sabtu, 31 Januari 2009 | 08:12 WIB

Seorang perempuan berusia 19 tahun harus kehilangan kedua kakinya dalam aksi balas dendam dengan memanfaatkan cuaca dingin minus 13,3 derajat Celsius di North Bergen, New Jersey, AS. Frank Cannella, polisi dari North Bergen, hari Kamis (29/1), menuturkan, perempuan yang tidak disebut namanya ini sudah diincar tiga sahabatnya yang juga perempuan yang menaruh dendam karena urusan asuransi.

Perempuan naas ini sebelumnya mengklaim asuransi mobilnya kepada perusahaan asuransi milik Amber Crespo (20), salah satu dari tiga sahabatnya itu. Klaim yang jelas merugikan perusahaan itu membuat Crespo mengajak Maria Contreras-Luciano (22) dan Dyanne Velasquez (21) untuk menjebak perempuan ini dengan mengajaknya ke sebuah acara pesta.

Karena hendak pesta, perempuan itu hanya mengenakan pakaian dan sepatu pesta. Ternyata si perempuan dibawa ke hutan di sebuah pedesaan dan diturunkan di sebuah jalan yang sepi lalu lintas.

Di tengah cuaca dingin, perempuan ini menunggu beberapa jam, berharap ada mobil yang lewat. Mobil pertama pengemudinya hanya meminjamkan telepon seluler, tetapi menolak membawanya.

Telepon digunakan menelepon salah satu dari tiga perempuan yang sengaja meninggalkannya. Jelas telepon ini tidak digubris.

Dia akhirnya harus melewatkan waktu lebih dari satu jam sebelum mobil lainnya tiba dan membawanya ke rumah sakit. Cannella menuturkan, perempuan ini harus menjalani amputasi kedua kakinya, 16 Januari lalu, akibat serangan dingin akut.

Tiga sahabatnya kini dikenai tuduhan penculikan, penyerangan, dan konspirasi dan segera diajukan ke pengadilan. Mereka kini bebas dengan uang jaminan 200.000 dollar AS atau Rp 2,2 miliar.

Sumber : Kompas Cetak


pertama kali gw membaca berita ini gw terenyuh, hanya sedangkal inikah persahabatan mereka?
mereka rela membuat temannya kedinginan dan sendirian di tengah hutan karena masalah asuransi yang berujung pada kehilangan kedua kaki sahabatnya sendiri.
gw juga ga habis pikir, bagaimana Maria dan Dyanne mau diajak untuk berbuat jahat kepada korban. Mereka berdua tidak mempunyai masalah dengan si korban tetapi mereka tetap ambil andil dalam menjebak korban. itukah arti setia kawan bagi mereka?

mungkin saat membaca berita ini dipikiran kalian teringat dengan kata pepatah, pintar-pintarlah mencari sahabat. sahabat sejati sulit untuk dicari.
memang benar pepatah tersebut, tapi menurut gw, selain kita harus pintar mencari sahabat, kita juga harus pintar membawa diri saat menjalin persahabatan dengan orang lain. jika kita yang tidak baik membawa diri, akhirnya kita tidak mempunyai sahabat sama sekali bahkan bisa menjadi korban pengucilan oleh para sahabat.

Minggu, 01 Maret 2009

What a Love!

Gw mendapatkan quote yang bagus menurut gw.
"Lawannya cinta bukanlah benci melainkan tidak peduli"
qoute ini gw kutip dari temen gw yang menemukannya di salah satu halaman chicken soup.
sedangkan kemarin gw membaca why men don't listen dan woman can't read maps, di buku ini menjelaskan bahwa pria mempunyai kesulitan dalam berkata-kata.
di buku ini ditulis, wanita mempunyai kemampuan bahasa yang lebih daripada pria karena wanita menggunakan kedua otaknya saat berbicara sedangkan pria hanya menggunakan salah satu bagian otaknya saja. jadi kalau kalian menemukan pria yang hanya berkata seperlunya saja, bukan berarti dia tidak peduli, tetapi dia tidak tahu caranya berbahasa seperti yang wanita lakukan.

jadi, bagaimana kita harus menerka bahwa seseorang pria sedang tidak peduli atau memang pria ini tidak dapat menyusun kata-kata sehingga terlihat tidak peduli?

menurut gw, pria memang sulit untuk diterka. bagaimana mereka berfikir, bertindak dan berbicara seakan sebuah misteri bagi para wanita. begitu juga sebaliknya, para pria pasti mengomel tentang rumitnya untuk mengerti pemikiran wanita.
bagi orang-orang yang sedang jatuh cinta mungkin berfikir mengapa gw bisa sayang dengan orang tersebut sedangkan dia itu....... (bla,bla,bla, mengungkapkan segala kekurangan dari pasangan). mungkin gw cuma bisa bilang, itulah cinta.
menurut gw ga ada jawaban yang lebih menggambarkan selain cinta.
mungkin terdengar sangat basi, cinta itu butalah, cinta itu (apalahh).. tapi kenyataannya memang seperti itu, tidak dapat diungkiri. what a love!