Kala itu aku sedang menatap keluar jendela mobil
Memandang jauh ke arah luar jendela saat perjalanan memang hobiku
Sambil mendengar suara musik dan pemandangan yang cepat berlalu karena kencangnya mobil berjalan, pikiranku melayang
Saat itu aku merasa tidak bahagia
Aku merasa tidak bisa tertawa dalam menghadapi hari
Aku merasa kebahagiaanku terenggut dan hilang
Laju kendaraan yang dikemudikan papaku kemudian melambat
Kendaraan kiri dan kanan juga melambat sampai akhirnya berhenti di belakang lampu merah
Dari kejauhan depan, aku melihat gadis kecil
Gadis itu memakai pakaian yang cukup bersih
Umurnya mungkin sekitar 12 tahun
Rambut sebahu dan mata yang besar
Gadis itu mengamen dari satu kendaraan ke kendaraan berikutnya
Namun ada satu hal yang membuat aku tak mau mengalihkan pandangan dari arahnya
Ada tawa bahagia dan sorot mata berbinar dari dirinya
Senyum dan tawa itu menghiasi setiap nyanyiannya
Dari tiap mobil yang ia kunjungi, ia menyapa, "Selamat siang pak!", lalu kemudian ia menyanyi
Diberi uang atau tidak, ia mengucap "Terima kasih!" dengan senyumnya yang lebar, lalu pergi
Gadis itu terlihat sangat bahagia,
Kalaupun mungkin itu hanya tampilan luarnya, tapi gadis itu sudah membuat aku sedikit bahagia melihat senyumnya
Senyum yang lebar dengan sorot mata yang berbinar
Aku merasa disadarkan
Gadis itu bisa bahagia
Dia bahagia atas apa yang dia punya dan lakukan
Mungkin ia tidak seberuntung aku yang berada di dalam mobil
Namun ia tetap bahagia
Mengapa aku tidak?
Ternyata, aku kurang bersyukur dari si gadis kecil
Si gadis itu memang mengamen
Tapi aku yakin si gadis kecil jauh lebih kaya dari aku
Kaya dengan sikap positif dan rasa syukur
Aku jauh lebih miskin daripada gadis itu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar