Sabtu, 31 Maret 2012
My wedding plan games
Rabu, 28 Maret 2012
Let me tell you a story
Cerita ini adalah cerita perjalanan gw dari tahun pertama sampai tahun keempat gw di suatu organisasi di fakultas gw. Perjalanan ini dimulai ketika Open House 2008, saat banyak organisasi mempresentasikan mengenai organisasinya. Ada satu organisasi yang bikin gw sangat tertarik. Saat itu organisasi itu adalah organisasi yang bahkan belum dilantik sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa, pengurusnya masih sedikit, bahkan saat itu ketuanya lupa dengan nama pengurusnya. Aneh ya? Saat itu presentasinya terlihat belum siap, namun gw tertarik.
Setelah open house tersebut, berbagai organisasi mulai buka open rekruitment. Teman-teman seangkatan mulai berbondong-bondong mendaftar sana sini. Tujuannya satu, untuk memperbanyak pengalaman. Namun entah mengapa gw ga mau mendafar organisasi manapun. Gw hanya mau organisasi yang aneh tapi menarik itu. Gw bertekad, gw harus masuk sana.
Empat sampai lima bulan setelah open housepun berlalu. Penerimaan anggota organisasi itu belum juga terdengar. Katanya sih bulan Januari. Pada bulan Januari, gw sakit DBD dan dirawat di rumah sakit selama 12 hari. Begitu masuk kuliah gw ternyata sudah melewatkan pendaftaran masuk organisasi itu, bahkan udah ada yang di asesmen kata temen gw. Ga patah semangat, gw menghubungi calon ketua organisasi itu dan akhirnya gw bisa ikut rekruitmennya. Pendek cerita, gw pun diterima menjadi anggota. Kisah ini baru dimulai J
Rapat pertama perasaannya takut banget, anak 2008 yang keterima hanya sedikit. Hanya 8 orang kalo gw ga salah itung dan yang lainnya adalah angkatan 2007 keatas. Setelah mengikuti rapat pertama, gw merasa sepertinya gw ga salah masuk organisasi J. Perasaan inipun terus ada, perasaan hangat dan diterima di organisasi ini walaupun hanya anggota dan angkatan paling muda. Akhirnya kepengurusan 2009/2010pun telah selesai. Di rapat terakhir kepengurusan itu gw ingat gw berkata, “Kalo sesama pengurus mengatakan bahwa mereka sangat dekat seperti layaknya saudara kandung, mungkin kalo gw sebagai anggota merasa seperti layaknya saudara juga namun saudara sepupu”. Perkataan jujur gw ini direspon oleh ketuanya yang intinya, “Wah.. bagus dong.. Walaupun saudara sepupu artinya kita masih keluarga”. Iya, gw sudah menjadi keluarga di sini J
Kepengurusan selanjutnya 2010/2011, gw menjadi pengurus humas atau hubungan masyarakat. Awalnya agak sedih karena semua anak 2008 yang awalnya masuk bersamaan dengan gw dan berniat untuk jadi koordinator, mereka semua jadi koordinator dan hanya gw yang tidak. Kecewa sih namun tidak masalah, toh gw menikmati menjadi staff dan bersenang-senang dengan staff humas lainnya. Walaupun banyak masalah banget saat itu, deadline, tapi kita masih bisa senang-senang. Saat keadaan menjadi terdesak dan terjepit, kami makin kuat!
Banyaknya masalah di kepengurusan 2010/2011 ga membuat gw memundurkan niat untuk mendaftar menjadi calon ketua di organisasi ini. Rasa cinta dan belonging yang membuat gw makin pengen menjadi ketua. Walaupun calon ketua berarti 2-3bulan sebelum pemilihan setiap hari harus pulang malam untuk berdiskusi dengan founder, dengan pembimbing, dengan semua orang untuk membekali gw. Banyaknya masalah di kepengurusan sebelumnya membuat gw sadar bahwa jika tidak diperbaiki, kemungkinan besar organisasi ini akan bubar. Gw ga rela. Gw dan teman seperjuangan gw yang mencalonkan diri jadi ketua bersama-sama menganalisis dan mencari jalan keluar untuk masalah ini.
Sebelum hari pemillihan sebenarnya gw udah tau kalo gw ga akan menang. Hahaha.. kalah sebelum bertarung ya? Tapi iya lho.. gw sudah merasa kalo gw ga akan menang. Bukan karena presentasi atau visi misi gw yang kurang bagus. Bahkan gw merasa visi misi yang ingin gw berikan cukup nyata kok. Namun karena pendukung gw yang kurang. Teman-teman angkatan baru lebih memilih calon pertama dan para senior lebih memilih calon kedua. Kenyataan ini lebih menyedihkan saat mengetahui teman dekat gw berkata ke gw bahwa ia tidak akan memilih gw dan lebih memilih calon lain. Saat itu gw merasa sendirian. Yah, nothing to lose lah, pikir gw saat itu.
Pada saat presentasi dan pemilihan, gw lebih tenang dari bayangan gw. Mungkin karena tidak ada pressure ya. Benar aja, waktu suara dihitung, gw hanya mendapat 8 suara. Beda 20 suara dari ketua yang menang. Malu? Lumayaann. Sedih? Iyalah. Kecewa? Banget
Setelah presentasi dan pemilihan, salah satu teman gw berkata bahwa sebenarnya menurut dia apa yang gw presentasikan itu paling jelas diantara yang lainnya. Namun karena dia saat itu lebih dekat dengan calon kedua dan dia tahu bahwa visi misi calon kedua sebenarnya bagus namun ia tidak dapat menjelaskannya dengan baik, ia tetap memilih calon kedua. Itulah yang dinamakan individual preferences J
Setelah gagal, gw diminta untuk menemani menjadi sekertaris. Gw terima karena menurut gw, gw bisa kok membantu organisasi ini untuk lebih maju dan keluar dari masalahnya perlahan dengan gw menjadi staff bukan hanya ketua. Berangkat dari tujuan itu, gw menjalani kepengurusan 2011/2012. Awalnya sulit banget. Diwarnai dengan banyak masalah di awal, di tengah, di akhir. Hahaha. Masalah tidak berhenti lah. Kami di ‘tai-tai’-in karena sistem kami yang salah, direndahkan karena dianggap tidak menghasilkan seseorang yang berkualitas dibidangnya. Yah semua itu hanya bisa kami telan dan kami olah menjadi sebuah ide untuk memperbaiki diri. Toh memang benar sistem dan SDM kami belum sebegitu kualitasnya, namun kami lagi mencoba. Kritik yang pedas memang pecut untuk membuat kami bergerak. Dan kami memang bergerak. Bergerak perlahan-lahan. Belum jauh langkah kami, kami disadarkan bahwa sudah habis masa kepengurusan kami. Saatnya kepengurusan selanjutnya yang melanjutkan pergerakan ini.
Secara pribadi gw merasa tidak maksimal untuk membantu organisasi ini lebih berkembang. Gw merasa tidak berkontribusi semaksimal itu namun waktu gw sudah habis. Gw hanya bisa melihat dan menatap, semoga awal pergerakan itu membawa sesuatu yang lebih baik. Semoga gw masih dapat sedikit berkontribusi dan memberikan sedikit dari yang sudah gw pelajari di organisasi ini
Always be Pride,
Marsha
Selasa, 13 Maret 2012
Random
kalau misalkan tiba-tiba loncat-loncat alurnya, maafkanlah karena begitu cara pikir otak gw
kalau misalkan tiba-tiba ga nyambung, maafkanlah karena saya tidak edit ulang
Di kepala gw sangat banyak pikiran yang bekecamuk.
salah satu pemikiran yang sangat kuat di pikiran gw adalah
Gw takut jika punya anak
Bukan takut melahirkannya (takut sih.. tapi lebih takut hal lain)
Takut tidak dapat membesarkannya dengan baik
Takut jadi orang tua yang salah
Dosa banget kan gw jadi orang tua kalo anak ga berdosa berada di jalan yang ga benar karena gw
Alasan kenapa pemikiran itu bisa melintas di otak gw ada dua
Yang pertama adalah karena gw belajar mengenai perkembangan manusia
Gw belajar bagaimana seharusnya bayi, balita, batita, remaja di perlakukan
Bagaimana perkembangaannya saat itu dan apa saja yang harusnya dilakukan sebagai orang tua
It freaks me out! really!
Gw ga ngebayang kalo gw salah mendidik, salah mengerti, salah merespon anak gw
Gak.. gw belum siap..
Yang kedua adalah karena pertengkaran adik gw dengan nyokap
Nyokap marah ke adik karena dia pergi tanpa mengabari nyokap, di sms ga dibalas, di telepon ga diangkat
Paniklah nyokap
Paniknya dilampiaskan dengan marah-marah ke anaknya yang lain
ketika adik gw dateng, adik gw langsung kena marah
Adik gw yang ngerasa ga salah karena cuma pergi les ngamuk
Teriak-teriak dan membentak nyokap
gw shock
Sebenarnya nyokap dan adik sama-sama ada benarnya dan ada salahnya
tapi yang mau gw soroti bukan masalahnya, namun reaksi dari mereka
Gw gatau kalo misalkan gw ada di posisi nyokap gw.. sedihnya seperti apa..
Apakah gw sekuat nyokap?
Gw gatau
Lalu adik cewe gw juga beberapa waktu lalu pulang jam 5 pagi
Apakah gw bisa sepercaya itu kalau udah menjadi orang tua?
Gw gatau
Adik gw juga pernah mengalami KDP (kekerasan dalam pacaran).
Ia ditampar dan dipukul oleh pacarnya. Udah sempet putus.
Gw sempat berantem dengan pacarnya krn ga suka dengan perilakunya
Namun karena adik gw yg sangat cinta sm pacarnya itu, dia balikkan
Apakah gw bisa menerima itu terjadi di anak gw?
Gw gatau
Karena gw sangat vokal dengan kekeras kepalaan gw yang sangat tidak setuju adik gw kembali dengan pacarnya, gw di blok di twitter dan dianggap pengadu oleh adik gw.
Tuh kan..
baru aja ada satu masalah dan ternyata gw sudah diblok oleh adik gw sendiri agar ga bisa baca twitternya (yang banyak berisi twit mesra dia dan pacarnya) karena ga dipercaya, dianggap membelot, dan menyebalkan.
itu baru masalah pacaran adik gw
gimana kalo masalah pacaran anak gw?
Sekarang tau kan kenapa gw takut?
Gw takut lahir dan batin dengan pemikiran membesarkan anak
Jika suatu saat nanti gw sudah menetapkan untuk menikah dan mempunyai anak, gw harus membaca tulisan ini terlebih dahulu.
Menjawab pertanyaan-pertanyaan yang gw ajukan diatas
Jika gw bisa menjawab dengan yakin bahwa gw bisa membesarkan anak dengan baik, mungkin itu berarti saat yang tepat untuk mempunyai anak.